Rembug Madya: Awali Kegiatan PENAS ke 17 di Provinsi Gorontalo

Kamis, 18 Juni 2026 14:15 WIB

Foto: Rembug Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), yang berlangsung di Hotel Elizabeth, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/6/2026).


Agronews.id, Kabupaten Gorontalo – Rangkaian kegiatan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 resmi diawali dengan pelaksanaan Rembug Madya Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), yang berlangsung di Hotel Elizabeth, Limboto, Kabupaten Gorontalo, Kamis (18/6/2026).

Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi pengurus KTNA Nasional dan KTNA Provinsi untuk membahas perkembangan organisasi, mengevaluasi program kerja, serta mematangkan berbagai agenda penting menjelang pelaksanaan PENAS XVII.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, sebelumnya menegaskan bahwa PENAS XVII harus menjadi momentum untuk memperkuat transformasi sektor pertanian nasional melalui pemanfaatan inovasi dan teknologi modern. 

“PENAS XVII harus menjadi ajang yang mampu menunjukkan kesiapan Indonesia menuju lumbung pangan dunia. Teknologi pertanian modern dan karya terbaik anak bangsa harus menjadi bagian penting yang dapat dipelajari serta direplikasi oleh petani dari seluruh Indonesia,” ujar Menteri Amran 

Senada dengan hal tersebut, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menilai PENAS memiliki peran penting sebagai wadah konsolidasi dan penguatan kapasitas pelaku utama sektor pertanian dan perikanan.

 “PENAS bukan hanya menjadi ajang silaturahmi nasional petani dan nelayan, tetapi juga ruang berbagi inovasi, teknologi, serta pengalaman yang dapat memperkuat daya saing dan kesiapan sektor pertanian menghadapi tantangan masa depan,” ungkap Idha.

Plt. Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Eko Nugroho Dharmo Putro, menekankan bahwa keberhasilan penyelenggaraan PENAS tidak hanya diukur dari pelaksanaan kegiatan, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh petani dan nelayan. 

“PENAS harus menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya. Dari forum seperti inilah lahir kolaborasi, inovasi, dan penguatan kapasitas yang berdampak nyata bagi kemajuan sektor pertanian dan kesejahteraan pelaku utamanya,” ujar Eko.

Kegiatan Rembug Madya merupakan forum musyawarah tingkat menengah yang diselenggarakan oleh KTNA untuk membahas perkembangan organisasi, mengevaluasi program kerja, merumuskan solusi atas berbagai kendala sektor pertanian dan perikanan, serta mempersiapkan agenda untuk musyawarah tingkat yang lebih tinggi. Rembug Madya PENAS ke-XVII diikuti oleh 100 peserta, yang terdiri dari pengurus KTNA Nasional dan Provinsi. 

Pertemuan Rembug Madya dibuka oleh Ketua KTNA Yadi Sofyan yang menyampaikan persiapan pembukaan dan penutupan PENAS ke-XVII, termasuk kegiatan lainnya seperti temu wicara dan temu profesi,” kata Yadi Sofyan.

Forum Rembug Madya juga membahas rencana pelaksanaan Rembug Paripurna, yakni musyawarah tertinggi dalam organisasi KTNA untuk memilih susunan pengurus yang baru.

Disepakati Rembug Paripurna KTNA akan berlangsung pada September 2026 di Kota Batu, Jawa Timur. Pelaksanaan Rembug Madya menjadi salah satu tahapan penting menjelang pembukaan resmi PENAS XVII yang akan berlangsung pada 20–25 Juni 2026 di Kabupaten Gorontalo.

Ajang nasional tersebut diproyeksikan dihadiri ribuan petani, nelayan, penyuluh, serta pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari seluruh Indonesia untuk memperkuat jejaring, berbagi pengalaman, dan mendorong percepatan pembangunan pertanian menuju swasembada pangan nasional. (NS)

11

Superadmin

Berita Terkait


AgroNews.id merupakan situs berita populer yang fokus pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, lingkungan hidup, kelautan, dan perikanan Indonesia. AgroNews.id adalah portal berita web yg berisi opini, infografis, dan artikel daring, baik lokal maupun internasional dibawah PT. Agro Boga Makmur
Ikuti Kami
Follow dan Subscribe Media Sosial Kami

© 2026 Agronews.id. All Rights Reserved.